Belajar di Kota Metropolitan #2

 Sumber gambar Google

"Belajarlah dari tempat yang disinggahi"

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh :)
Selamat Siang....

Tulisan kali ini saya ingin melanjutkan cerita saya ketika Kerja Praktek di BPFK Jakarta.

Kenapa Latar Cerita ini yaitu Gedung Bank Indonesia ???

Sebentar kita Belajar Sejarah Bank Indonesia dulu :)
Jauh sebelum kedatangan bangsa barat, nusantara telah menjadi pusat perdagangan internasional. Perdagangan Internasional di Nusantara didasari oleh bangsa barat yang tertarik akan kekayaan Indonesia terutama rempah-rempah yang pusatnya di Maluku serta letak nusantara yang stratrgis salahsatunya yaitu selat Malaka yang dijadikan jalur perdagangan Internasional. Sementara di daratan Eropa, merkantilisme telah berkembang menjadi revolusi industri dan menyebabkan pesatnya kegiatan dagang Eropa. Pada saat itulah muncul lembaga perbankan sederhana, seperti Bank van Leening di negeri Belanda. Sistem perbankan ini kemudian dibawa oleh bangsa barat yang mengekspansi nusantara pada waktu yang sama. VOC di Jawa pada 1746 mendirikan De Bank van Leening yang kemudian menjadi De Bank Courant en Bank van Leening pada 1752. Bank itu adalah bank pertama yang lahir di nusantara, cikal bakal dari dunia perbankan pada masa selanjutnya. Pada 24 Januari 1828, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bank sirkulasi dengan nama De Javasche Bank (DJB). Selama berpuluh-puluh tahun bank tersebut beroperasi dan berkembang berdasarkan suatu oktroi dari penguasa Kerajaan Belanda, hingga akhirnya diundangkan DJB Wet 1922.
Masa pendudukan Jepang telah menghentikan kegiatan DJB dan perbankan Hindia Belanda untuk sementara waktu. Kemudian masa revolusi tiba, Hindia Belanda mengalami dualisme kekuasaan, antara Republik Indonesia (RI) dan Nederlandsche Indische Civil Administrative (NICA). Perbankan pun terbagi dua, DJB dan bank-bank Belanda di wilayah NICA sedangkan "Jajasan Poesat Bank Indonesia" dan Bank Negara Indonesia di wilayah RI. Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 mengakhiri konflik Indonesia dan Belanda, ditetapkan kemudian DJB sebagai bank sentral bagi Republik Indonesia Serikat (RIS). Status ini terus bertahan hingga masa kembalinya RI dalam negara kesatuan. Berikutnya sebagai bangsa dan negara yang berdaulat, RI menasionalisasi bank sentralnya. Maka sejak 1 Juli 1953 berubahlah DJB menjadi Bank Indonesia, bank sentral bagi Republik Indonesia.

Nahhh itu sejarah singkat BI yang saya baca di web.bi.go.id. Ada juga Museum BI di kota tua. Namun saat saya ke Kota Tua belum berkesempatan mengunjunginya. Jadi, saya belajar sejarahnya dari web BI nya . Maaf yaa sejarah BI saya cofas dari web nya langsung bukan tulisan pribadi saya.

Qadarullah pada kesempatan KP saya diajak ke Bank Indonesia tepatnya dibagian YKKBI (Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia). YKKBI itu semacam klinik kesehatan yang dimiliki oleh BI untuk  priksa kesehatan para Karyawan dan keluarga karyawan Bank Indonesia. Saya kesini diajak oleh Mba Agni dan Ibu Ida untuk menemani sekaligus belajar turun langsung menguji Alat Mammografi dan General Purpose yang dimiliki oleh klinik YKKBI. Yang belum tahu mengenai 2 alat itu saya akan menjelaskan secara singkat. Mammografi merupakan pemeriksaan radiografi untuk memperlihatkan struktur anatomis mammae dengan film khusus baik dengan menggunakan media kontras atau tidak. Mammografi dapat bertujuan skrinning kanker payudara,diagnosis kanker payudara, dan follow up/ kontrol dalam pengobatan. Sedangkan General Purpose merupakan radiografi umum. Pada kesempatan ini saya membantu mendata alat, hasil pengujian, dan beberapakali ikut mengganti kaset pada saat uji mammografi. Sebelum membantu saya tentu diajari caranya terlebih dahulu sama Ibu Ida. Ketika melakukan pengujian ada sedikit cerita, saya tetap di dalam ruang pengujian padahal saat itu akan dilakukan ekspose (Ekspose itu maksudnya si alat akan dikenai radiasi, jadi semua orang harus keluar ruangan, ekspose dilakukan oleh radiografer dari luar ruang (ruang pemanatau). Atau boleh juga tetep di ruangan tapi kita berlindung dibelakang kaca Timbal (Pb) sehingga tidak terkena paparan radiasi. Karena ketika radiasi mengenai tubuh kita akan ada dampak negatifnya tapi baru kerasa beberapa tahun kemudian. Ada juga pakaian dari Pb yang biasa digunakan untuk melindungi tubuh kita dari paparan radiasi. sekedar info saja pakaian dari Pb itu berat kalau bagi saya kira-kira sampai 5 kg lebih, sehingga pas saya disuruh mengambil pakaian Pb itu saya seperti ngambil baju biasa di lemari, eitttssss subhanallah berat sekali rasanya tanganku yang ngambil ini ngga ada persiapan :D. lalu saya memakainya. Saat memakaipun terasa berat wkwkwk terus memakai baju itu cukup lama juga 2 jam an. Alhamdulillah besok paginya setelah memakai baju itu saya merasakan pegel-pegel badan terutama pundak. Mungkin ini karena efek tidak biasa yaa dan baru pertama kalinya :D.

Oiyaaa ada pengalaman menarik juga, ternyata ngga sembarangan orang bisa masuk BI. Waktu dipintu masuk ditanyain dari mana mau ada keperluan apa oleh satpam. Setelah dari satpam ada lagi pemeriksaan suruh ngasih KTP buat izin masuk area gedung dalam BI. Waktu itu aku udah deg-deg an karena ngga bawa KTP, karena tadi pas berangkat sengaja ngga bawa apa-apa kecuali hpsama sedikit uang. Upss untungnya hanya 1 ktp tidak apa-apa sudah terwakilkan, Alhamdulillah.  Setelah ngasih KTP sebagai tanda pengenal barang-barang yang kita bawa harus melalui pengecekan barang melalui alat pemindai sinar-X. Baru habis lolos baru boleh masuk dehhhh. Wahhhh baru mengalami seperti ini ketat juga yaa. Tapi memeng ini bukan Gedung sembarangan, orang yang masukpun hanya orang tertentu saja yang memiliki kepentingan. alhamdulillah dapat pengalaman baru. Jujur saya terkagum dengan bangunan BI ini, gedungnya luas, bersih, arsitekturnya megah, dan tentunya termasuk salah satu gedung yang menjulang tinggi juga di Jakarta. Pegawai di dalam klinik YKKBI pun sangat ramah dan baik. Namun, sayang saat kesini ngga sempet mengabadikan momen dikarenakan memang pas selesai uji alat harus segera balik kantor. Tapi tidak apa-apa sudah kesini aja saya udah seneng banget.


Wassalamu'alaikum wr. wb.


Yogyakarta, 4 Juni 2017

Ditulis Ba'da Tarawih
Pukul 20.37 WIB


NF

Komentar

  1. Wah senangnya dapet pengalaman baru bisa masuk BI ya hehe

    BalasHapus
  2. Iyaaa Alhamdulillah Qidarulloh mba :)

    BalasHapus

Posting Komentar