Selamat Hari Buku Dunia

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

(Sudut kamar, yang berisi sebagian buku yang sedang menemani hari-hariku)

"Buku adalah jendela dunia".

Kalimat di atas begitu familiar di telingaku. Sewaktu SD kalimat itu selalu tertera di setiap dinding kelas. Waktu itu saya kepikiran, mengapa buku bisa menjadi jendela dunia??? Tapi, entahlah saat itu sayapun tidak mencari jawabannya. Saya hanya tahu kalau ingin pintar yaaa baca buku. 

Sewaktu kecil tepatnya kelas berapa saya lupa, saya suka dibeliin buku bacaan sama Bapak saya. Salah satu buku bacaannya yaitu buku Kisah 25 Nabi dan Rasul. Ingat sekali sepulang sekolah pasti saya habiskan membaca buku itu sambil tiduran di kamar, dan akan keluar kamar saat menjelang Asar untuk sekolah TPA. Saya begitu tertarik dengan isi bukunya. Buku-buku bacaan koleksi kecil saya tidak banyak hanya sedikit. Kebanyakan buku penunjang akademik sebenarnya baik itu akademik sekolah formal ataupun sekolah TPA. Jadi, dulu suka ditanyain pelajaran di sekolah apa saja, lalu tiba-tiba di beliin buku. Misal : buku Tajwid, buku kisah nabi, dan lain-lain (saya lupa hehe). Nisa kecil dulu tidak boleh main PS (tapi suka sembunyi2 main hehe) dan main gimbot (nama mainan zaman dulu). Jadi, hanya boleh mainan tradisional. Dari situ menjadikan saya sampe sekarang ga suka main game hehe (padahal menutut penelitian main game bisa mengasah otak menjadi cerdas juga yaa). Tapi saya bersyukur ga suka main game hehe. 

Kembali ke topik 😊

Saat duduk di bangku sekolah dasar saya ingin sekali sekolah saya memiliki perpustakaan. Saat itu saya berandai-andai kalau ada perpus pasti saya akan betah selama waktu istirahat disana. Tapi, apa boleh buat sampai saya lulus sekolah dasar saya pun belum memiliki perpustakaan. Alhamdulillah akhirnya saat saya duduk di bangku MTs (SMP) sekolah saya memiliki perpustakaan, seneng rasanya saat itu. Dulu buku-buku favorit saya yaitu buku penunjang akademik. Saat itu saya belum tertarik dengan jenis buku lain. Temen-temen lain suka novel, saat itu saya tak suka sedikitpun. Jadi, hanya buku akademik yang ku geluti. Kebiasaan itu berlangsung sampai MA (SMA). Jadi, koleksi (cailah koleksi hehe padahal bukunya hanya segelintir) buku saya hanya buku akademik. Sesekali saya pernah juga baca buku non akademik di perpus sekolah dan pondok, tapi yaitu karena belum tertarik jadi bacanya ga sampe selesai hehe. 

Saat duduk di bangku kuliah saya mulai tertarik dengan buku bacaan non akademik. Saya pun mulai beli buku-buku di Gramedia dan Book Fair. Masih ingat dulu buku yang dibeli yaitu buku religi dan buku manajemen waktu. Saat itu saya berkomitmen untuk beli buku minimal satu perbulannya. Tapi, itu hanya jadi wacana 😑. 

Saya mulai sadar akan pentingnya membaca buku yaitu setelah membaca salah satu buku karya Ahmad Rifai'i Rif'an dan buku Dewi Nur Aisyah. Disitu saya tertohok dan malu sendiri. Saya disadarkan bahwa membaca buku itu kebutuhan pribadi setiap individu bukan hanya baca buku jika ada perlunya saja. Jadi, membaca buku jenis apapun itu perlu. Dengan membaca kita menjadi berpengetahuan luas. Apalagi saya seorang perempuan yang insyaAllah nantinya akan menjadi madrasah awal bagi anak saya kelak. Jadi, saya harus punya bekal pengetahuan dan ilmu luas untuk dibagikan kepadanya. Kalau kita tak punya ilmu lantas apa yang bisa kita bagikan kepada anak kita kelak. Saya juga pernah mendengar dari seorang motivator yang tak lain kaka tingkat saya, beliau mengatakan "jika kau ingin pandai berbicara, maka bacalah sebanyak-banyaknya. Karena membaca adalah modal awalnya. Dengan membaca kita punya ilmu yang bisa dibagikan". Dari sini saya lebih termotivasi lagi untuk membaca buku. Saya pribadi sedang penasaran dengan buku Siroh (sejarah islam) dan buku dongeng anak kecil (yg isinyanya edukatif) apa temen-temen punya rekomendasi??? Kalau ada tolong kabar-kabar yaa bisa komen disini atau pm di sosmed saya. 

Oiya ngomong-ngomong mengenai buku, saya sendiri lebih suka buku jenis motivasi dan self improvment. Buku-buku yang saya miliki yaa kebanyakan buku motivasi. Kenapa saya suka buku jenis tersebut? Karena, dari membaca buku itu saya seolah terbawa semangatnya. Kembali tinggi semangatnya terutama dalam meraih cita-cita. Saya juga punya buku novel (akhirnya, yang dulu ga suka novel jadi suka hehe). Buku novel saya hanya punya 2 sampai saat ini. Salah satu novel yang saya miliki berjudul "Assalamu'alaikum Calon Imam" karya Ima Madani. Alhamdulillah novel ini disukai beberapa temen saya. Sehingga sampai saat ini pum masih keliling hehe. Saya senang kalau buku saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Saat ini saya masih belum mampu menulis buku bacaan, tapi setidaknya saya bisa berbagi bacaan dari buku yang saya punya. Temen-temen yang rumahnya deket saya boleh kalau mau pinjam buku. Bukunya sekarang hanya seadanya dulu yaa. Semoga suatu saat bisa membuka tempat bacaan buat anak-anak sekitar rumah. Aamiin Allahumma Aamiin. Mohon doa terbaiknya teman-teman. 

Yukk teman-teman mulai sekarang kita biasakan membaca. Meminjam buku dari perpustakaan, koran bekas bungkus cabe, atau artike. Semoga saya juga bisa istiqamah membaca buku. Karena jujur meski sudah di target 1 jam per hari pun saya masih suka melupakannya. Mungkin saya belum memprioritaskan buku dalam agenda saya. Sehingga masih suka malas. Saya pernah membaca "jika kamu memprioritaskan sesuatu, pasti kamu akan menyediakan waktu untuknya, meskipun kamu sedang sibuk sekalipun". Bismillah semoga istiqamah yaaa 😊

Kesimpulannya: Jika kita ingin melihat dunia rajin-rajinlah membaca. Membaca akan membuka wawasan kita.

"The more you read, the more you know. The more that you learn, the more place you'll go" (Dr. Seus)

Tulisan ini saya buat untuk pengingat saya supaya lebih istiqamah lagi membaca.

SELAMAT HARI BUKU ^^ 

Wassalmu'alaikum Wr. Wb. 

Brebes, 23 April 2019
20:06 WIB


NF
(Menulis sambil nunggu warung). 

Komentar